Seperti malam kemaren
Kacaunya “Body Clock” gara2 liburan panjang Tahun Baru, jam tidur siang pun ditambah, ditambah dan ditambah hmm… akibatnya tidur malam pun jadi molor banget waktunya. kuraih remote TV temen setiaku dikala ga bisa tidur dari channel ke channel. sebuah film lokal (ga tau apa judulnya) membuat sedikit terhenyak.
dalam sebuah dialog
“Kenapa sih harus dia?….”,
“kenapa sih cuma dia?……”,
“emang ga ada yang lain apa selain dia?…..” ,
“emang apa sih istimewanya dia?….”
Sekejap indera audio/visualku menangkap adegan tersebut sekejap itu pula otak bereaksi flashback ke kehidupan ku beberapa tahun lalu.. saat aku mendapatkan pertanyaan yang sama seperti dialog film tersebut.. pertanyaan yang dilontarkan salah seorang sahabatku.. dan waktu itu aku ga tau harus jawab apa.. cuman jawaban terlontar secara refleks tanpa ada alasan yang pasti….
“ga tau kenapa harus.. dia, “
“ga tau kenapa aku temukan sesuatu yang ga aku temukan di orang lain, bahkan yang orang bilang lebih cantik atau lebih sempurna sekalipun”
“yang pasti itu sangat istimewa buatku entah apapun itu.. walaupun itu sekedar sebuah senyuman kecil yang membuatku nyaman”
cuman rentetan kalimat diatas yang jadi jawabanku. Hmm… cukup itu saja tidak lebih dan tidak kurang… yang jelas.. feel so deep in love nikmat banget poko’nya…
entah itu berasal dari mana…. kata hati mungkin… bisa jadi juga karena hal lain.. yang penting aku senang melihatnya tersenyum, ngrasa ga tenang kalo wajahnya mulai murung, khawatir saat ga tau kabar tentangnya… banyak hal yang menciptakan beribu pertanyaan
“mengapa aku harus berlaku seperti ini?”
itu hanya mengalir dan berjalan begitu saja tanpa aku bisa menjawabnya….
sebuah dialog kecil dari sebuah film… thanks for remind me..
sampai sekarang pun.. akan tetap seperti itu… pertanyaan yang ga kutemukan jawaban pastinya..
yang pasti buatku, dia tetap yang teristimewa…

































